Posted in Chapter

COMPLICATED LUV Part 1

COMPLICATED LUV

(Introduction)

Author : brokenangel

Cast :

Kim Li An

Park Chan Yeol

Park Jin Young

Mark Tuan

Lee Na Yeon

Jung Han Na

Choi Soo Young

Shin Si Hyun

Jung Eun Ji

EXO Member

GOT7 Member

BTS Member

Suju Member

.

.

.

.

.

.
Cinta dapat menjadikan manusia monster yang sulit dimusnahkan.’

.

.
Suasana langit nampaknya mendukung suasana hati seorang gadis yang tengah duduk sendirian di kursi pesawat kelas atas. Tidak ada tanda-tanda akan turunnya hujan seperti di negara tempat sebelumnya dia berpijak selama kurang lebih empat tahun. Penerbangan selama hampir empat jam ini membuatnya dilanda bosan. Tidak ada teman untuk berbicara. Tidak ada satu orangpun yang dia kenal di dalam pesawat yang hanya terisi dirinya, lima pramugari dan tiga pramugara, pilot dan co-pilot, serta beberapa orang yang ditugaskan untuk menjaganya. Lantas apa yang dia lakukan selama hampir empat jam di pesawat? Sudah banyak lagu yang dia dengarkan melalui earphonenya dan dua novel sudah dia selesaikan membaca.

Gadis berambut kecoklatan itu tampak menghembuskan nafas berat karena pesawat belum juga landing. Dia mengobrak-abrik tas kecilnya, mencari benda kecil yang saat ini sangat dia butuhkan. Kemudian terdengar helaan nafas kasar lagi saat benda yang dia butuhkan ternyata sudah habis. Gadis itu melihat ke sekelilingnya. Pihak pesawat pasti tidak ada yang menyediakan obat tidur.

“Miss, pesawat akan landing. Mohon untuk memasang sabuk pengaman.” Ucap seorang pramugari yang tiba-tiba sudah berdiri di depannya yang kemudian hanya dia balas dengan anggukan dan senyum tipis. Setelah pramugari itu pergi, gadis bermata coklat itu memasang sabuk pengaman. Kali ini dia akan merasakan bagaimana pesawat landing.
.

.

.
Sementara itu di Incheon International Airport, tampak beberapa orang berjas hitam dan enam pria tampan yang tengah menunggu kedatangan seseorang di pintu keluar penerbangan dari London. Orang-orang berjas hitam dengan masing-masing earpiece di telinga mereka berjejer rapi. Kemudian enam pria yang berdiri tak jauh dari mereka tampak duduk di kursi tunggu. Sudah hampir setengah jam mereka menunggu dan belum ada tanda-tanda orang yang mereka tunggu akan muncul.

Salah satu diantara enam orang itu tampak berjalan mondar-mandir sambil sesekali melihat ke arah pintu keluar. Terhitung sudah sejak tujuh menit yang lalu pria berwajah blasteran Amerika itu mondar-mandir layaknya setrika. Sementara itu kelima temannya hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka tanpa mau menyuruh pria berwajah blasteran Amerika itu duduk, karena mereka tahu perkataan mereka hanya akan sia-sia.

“Seharusnya dia sudah landing sejak lima menit yang lalu.” Gumam pria blasteran Amerika itu sambil melihat ke arah pintu keluar.

“Hyung, dia akan segera tiba. Lebih baik kau duduk. Aku pusing melihatmu berjalan mondar-mandir.” Sahut salah satu dari teman Pria Amerika itu. Kim Yugyeom. Namja paling muda diantara keenam pria itu dengan suara cempreng. Namun dia yang paling tinggi.

Akhirnya Pria Amerika itu duduk karena dia sudah sedikit lelah. Dia menghembuskan nafas panjang.

“Dia tega sekali tidak mengijinkanku mengunjunginya.” Ucap Mark, pria berwajah Amerika itu. Wajahnya terlihat kusut. Melebihi ekspresi saat melihat klien pentingnya membatalkan rapat senilai milyaran won.

“Lian memang luar biasa, bukan?” Sahut pria berambut coklat terang itu diikuti tawa mengejeknya. Choi Youngjae, si suara merdu. Sontak Youngjae langsung mendapat tatapan tajam dari Mark.

Suasana kembali hening. Masing-masing sibuk dengan aktivitas masing-masing. Namun tidak dengan Mark. Dia kembali berdiri dan berjalan mondar-mandir. Dia sangat gelisah karena kedatangan Lian tidak sesuai dengan jam yang ditepatkan. Namun kegelisahannya langsung sirna saat melihat sosok yang sejak tadi dia tunggu muncul dengan diikuti beberapa orang di belakangnya. Mark terdiam sejenak memperhatikan penampilan Lian yang menurutnya berubah drastis. Dia terlihat lebih fashionable dan cara berjalannya sangat anggun.

“Wow! Kupikir kita kedatangan Dewi Aprodhite.” Ucap Jackson tanpa bisa mengedipkan matanya.
Setelah terdiam beberapa menit, Mark tersadar dan langsung merentangkan tangannya saat jaraknya dengan Lian sudah cukup dekat. Rentangan tangannya disambut dengan senang hati oleh Lian. Mereka berpelukan sangat erat dengan senyum yang merekah. Akhirnya setelah empat tahun lamanya mereka bertemu lagi.

“I miss you so much, Angel.” Ucap Mark sambil sesekali mencium puncak kepala Lian.

“I miss you to, Mark.” Sahut Lian sambil mempererat pelukannya.
Setelah puas berpelukan, Lian melepas pelukannya. Menatap penampilan Mark dari atas sampai bawah. Kebiasaannya saat bertemu seseorang yang sudah lama tidak dia lihat atau orang asing. Mark terlihat lebih dewasa dan tampan dengan setelan jas kantornya. Andai saja Mark bukan kakaknya, sudah pasti Lian akan menyukai Mark.

“Kenapa terlambat?” Tanya Mark membuyarkan lamunan Lian. Lian mengangkat kepalanya menatap Mark. Mark sungguh tampan. Lian tidak berbohong kali ini. Pasti banyak wanita yang mengantri untuk bisa mengambil hati Mark.

“Ya! Jangan melihatku seperti itu!” Seru Mark karena Lian tidak kunjung menjawab pertanyaannya.

“Kau tidak berubah. Masih cerewet.” Bukannya menjawab, Lian justru mengatai kakaknya. Sontak ucapannya berhasil membuat kelima teman Mark tertawa kencang. Apalagi ekspresi Mark yang terlihat seperti ingin melempar Lian.

“Kau terlihat seperti ingin menelan Lian, hyung.” Celetuk Bambam, si pria imut asal Thailand.

“Kalian baru bertemu setelah empat tahun. Apa harus bertengkar disini?” Jaebum yang notabenya paling dewasa mencoba menengahi kakak beradik itu.

“Arra, mianhae. Tadi sedikit ada masalah setelah landing. Obat tidurku habis, dan yah… You know lah.” Lian menjelaskan alasan kenapa dia terlambat datang.

“Kau memang ceroboh. But, are you feeling well?” Tanya Mark lagi dengan tatapan yang melembut. Lian menjawab dengan anggukan mantap. Meyakinkan kakaknya kalau tidak ada yang perlu dikawatirkan.

“Aku senang mendengarnya. Angel, Oppa sangat merindukanmu.” Mark kembali memeluk Lian sebagai pelampiasan rasa rindunya.

“Me too, Oppa.” Sahut Lian membalas pelukan Mark. Senyum yang sangat jarang dia keluarkan masih merekah indah.

Lian seakan tersadar  kalau sejak tadi dia tidak mendengar suara satu orang yang paling dia rindukan setelah orangtuanya dan Mark. Dia juga tidak terlihat batang hidungnya.

“Kau mencari Jinyoung?” Tanya Jackson seolah tahu kalau Lian sedang mencari seseorang.

Lian mengangguk dalam pelukan Mark. Matanya tidak berhenti mencari ke seluruh penjuru ruang tunggu bandara. Setelah yakin kalau orang yang dia cari benar-benar tidak ada, Lian menghembuskan nafas kasar. Dia langsung melepas pelukan Mark.

“Jinyoung sedang ada meeting penting yang tidak bisa dia tinggal.” Ucap Mark seolah menjawab pertanyaan yang ada di kepala Lian. Lian hanya diam, enggan menanggapi. Dia kecewa sekaligus sedih karena Jinyoung tidak turut menjemputnya di bandara.

“Lebih baik kita pulang sekarang. Dua sahabatmu sudah menunggu. Jinyoung akan menemuimu setelah rapatnya selesai.”  Hibur Mark.

Merasa diabaikan, Markpun merangkul pundak Lian. Merekapun berjalan meninggalkan area bandara untuk segera pulang.

.

.

.

.

.
Di tempat lain, terlihat seorang pria yang tengah tiduran di kamarnya sambil bermain handphone ditemani temannya. Sudah hampir dua jam mereka berada di dalam kamar sambil sibuk dengan aktivitas masing-masing. Lebih tepatnya menyibukkan diri. Yang dia lakukan hanya menaik turunkan scroll layar handphonenya sambil sesekali menghela nafas panjang. Lebih terlihat seseorang yang putus asa.

Sementara itu di sampingnya, temannya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat pria berlesung pipit itu. Dia menjadi saksi bagaimana frustasinya pria berlesung pipit itu setelah makan malam bersama kedua orangtuanya dan orangtua dari Lian dua hari yang lalu. Lantas apa yang dia lakukan? Tidak ada. Belum ada. Dia sendiripun bingung harus mengatakan apa.

“Malam ini?” Baekhyun, si pria cantik bersuara merdu di EXO, memecah keheningan di kamar mereka. Dia sudah bosan dengan suasana sepi di kamar mereka. Tatapannya tertuju pada Chanyeol, pria berlesung pipit sekaligus main rapper dan si golden Park, yang tengah tidur telentang menatap langit-langit kamar mereka.

Terdengar helaan nafas dari Chanyeol. Dia menatap Baekhyun yang masih setia menatapnya.

“Akan sulit kalau ingatannya belum kembali.” Ucap Chanyeol terdengar putus asa.

“Kenapa tiba-tiba ada pertunangan?” Tanya Baekhyun sambil merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Sadar kalau saat ini mereka akan membicarakan masalah yang serius.

“Pertunangan ini sudah ada sejak kami belum lahir. Janji orangtua kami.” Jawab Chanyeol sambil kembali menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong.

“Dan kau tahu?” Tanya Baekhyun lagi yang langsung dijawab anggukan oleh Chanyeol.

“Aku sudah tahu sejak aku berumur sebelas tahun. Saat aku masih di Amsterdam.” Jawab Chanyeol.

Suasana kembali hening. Keduanya kembali disibukkan dengan pikiran masing-masing. Chanyeol yang gundah gulana dan frustasi dengan pertunangannya yang tiba-tiba dan Baekhyun yang masih mencerna kata-kata sahabatnya.

“Tapi bagaimana denganmu? Apa kau menyetujui pertunangan ini?” Tanya Baekhyun lagi. Chanyeol hanya diam. Bingung dengan jawaban apa yang harus dia berikan. Dia sendiripun tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini.

“Kau tahu setelah pertunanganmu tersebar akan banyak masalah menimpamu. Harus ada yang kau korbankan, Chanyeol-ah.” Ucap Baekhyun sambil menepuk pundak Chanyeol berkali-kali. Untuk menyalurkan energi dan semangat.

Ditengah keheningan mereka, tiba-tiba masuklah leader dari EXO. Suho.

“Kau terlihat buruk.” Sindir Suho kepada Chanyeol. Chanyeol yang merasa disindirpun langsung bangun dari tidurnya. Dia menatap Suho sewot.

“Ada apa?” Tanyanya to the point.

“Tuan Park sepertinya sangat merindukan putra kesayangannya.” Jawab Suho sambil tersenyum jail. 

Chanyeol yang mendengarnya langsung melotot kaget. Dia memang mengabaikan panggilan dari ayahnya sejak tadi. Tapi tidak menyangka kalau ayahnya akan menghampirinya di dorm. Tanpa banyak bicara, Chanyeol langsung melompat turun dari ranjangnya dan buru-buru menemui ayahnya.

Suho dan Baekhyun yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala. Kemudian Suho beralih menatap Baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Aku tidak tahu harus merasa bangga atau bingung. Sebelumnya kita jarang diundang untuk datang ke acara seperti nanti malam tanpa bernyanyi, kan? Aku sedikit curiga dengan Tuan Kim. Pasti ada sesuatu yang penting untuk diumumkan.” Ucap Suho namun lebih ke bertanya. Dia yakin kalau Baekhyun tahu sesuatu tentang berhubungan dengan acara yang akan mereka datangi nanti malam.

“Aku pikir juga begitu.” Sahut Baekhyun

.

.

.

.

.
Pasti kalian bertanya-tanya. Siapa Lian dan Mark? Tidak ada yang tidak tahu siapa Mark Tuan atau yang mempunyai nama Korea Kim Jongwoon. Semua orang di Asia tentu mengenal seorang CEO muda yang baru saja dilantik empat bulan yang lalu menggantikan ayahnya di perusahaan adidaya terbesar dan tersukses di ASIA. Kingdom Crown yang berpusat di Swiss ini merupakan perusahaan di segala bidang yang sukses menggemparkan dunia bisnis selama tiga tahun berturut-turut. Mark dilantik menggantikan ayahnya tepat setelah dia  lulus S2nya. Lalu siapa ayah yang berhasil menghasilkan seorang putra hebat yang mempunyai musuh pebisnis lain dimana-mana ini? Mark dan Lian lahir dari ibu yang bernama Shin Rae Hwa dan ayah Kim Tae Kwang. Kim Tae Kwang adalah Menteri Pertahanan Korea Selatan, dan Shin Rae Hwa merupakan designer asal Indonesia yang mencoba peruntungan membuka butik di salah satu pusat perbelanjaan di Seoul.

Kim Li An atau biasa dipanggil Lian yang mempunyai nama barat Angela Laurent Shin adalah seorang sarjana S1 Psikologi yang akan bekerja di salah satu rumah sakit terkenal khusus kejiwaan milik Shinwa Group, perusahaan milik Grandpanya. Lian menyelesaikan kuliahnya empat tahun di London, tanah kelahiran Grandpanya.

Hidup Mark dan Lian memang terlihat sempurna. Namun tidak ada yang tahu kalau setiap langkah mereka, ratusan pistol siap menembak kepala mereka. Banyak yang mengancam nyawa mereka karena mereka adalah pewaris dari dua perusahaan terbesar di Korea Selatan dan anak dari Kim Tae Kwang. Tentu saja musuh Kim Tae Kwang mengincar kedua anaknya untuk menjatuhkan dia. Namun siapa sangka, karena dendam masa lalu yang tidak disengaja bahkan diinginkan membuat nyawa Lian seribu kali lebih terancam dari Mark.

Perjalanan hidup Lian yang sesungguhnya dimulai dari sekarang.

.

.

.

.

.

To be continued~

Advertisements

Author:

Hanya seorang gadis berumur 18 tahun yang mempunyai imajinasi tinggi dan berakhir pada tulisan ngawur~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s